IPOL.ID – Dalam beberapa hari terakhir, bencana banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) dilaporkan terjadi di sejumlah daerah sejak awal tahun 2025.
Adanya kejadian sejumlah bencana tersebut membawa tantangan besar bagi berbagai wilayah di Indonesia.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari menerangkan, BNPB bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terus bekerja keras. Memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi dan upaya pemulihan berjalan optimal.
“Awal 2025 di Jawa Barat, banjir melanda Kabupaten Majalengka, merendam 51 rumah dan 235 hektare sawah,” kata Abdul Muhari, Jumat (10/1/2025).
Kendati air mulai surut sejak (7/1/2025), namun tanggul yang jebol dalam proses perbaikan sehingga risiko banjir berulang tetap tinggi.
Kemudian di Provinsi Banten, banjir juga terjadi di beberapa daerah. Di Kota Cilegon, tepatnya di Kelurahan Karang Asem, Kecamatan Cibeber, tercatat tinggi muka air (TMA) sempat mencapai 30 sentimeter (Cm). Saat ini, genangan air dilaporkan telah surut.
Empat kecamatan di Kabupaten Serang juga mengalami kondisi serupa. Genangan air di Kecamatan Kramatwati, Ciruas, Pontang, dan Lebak Wangi yang sebelumnya terpantau tinggi antara 10-100 cm, kini berangsur menyusut hingga 5-30 cm.
Di Kota Serang, banjir yang terjadi pada Kamis (9/1/2025) pagi telah surut pada sore harinya. Meski demikian, kejadian itu mengakibatkan sebanyak 734 jiwa terdampak.
Bencana serupa terjadi di wilayah lain di Indonesia. Di Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Bima, melaporkan 1.435 jiwa warga Kecamatan Sanggar terdampak banjir. Kondisi terkini per Kamis (9/1/2025), air telah surut. Tim gabungan bersama warga setempat bersama-sama membersihkan lumpur dan memulihkan kondisi lingkungan.
Di Kabupaten Boalemo, Gorontalo, tepatnya di Desa Mohungo dan Lahumbo, Kecamatan Tilamuta, banjir masih bertahan hingga laporan sementara diterima BNPB. Sebanyak 637 unit rumah terendam dan 2.581 jiwa terdampak.
Tidak hanya banjir, tanah longsor juga menjadi ancaman serius di beberapa daerah. Di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, longsor menimbun dua warga yang saat ini masih dalam proses pencarian oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB. Upaya pencarian terus dilakukan meski menghadapi kondisi medan sulit.
“Sumatera Utara tak luput dari dampak bencana. Dua kejadian banjir dilaporkan di wilayah itu. Kabupaten Tapanuli Selatan mencatat 1.559 warga Kecamatan Tantom Angkola terdampak, dengan 350 Kepala Keluarga harus mengungsi,” terangnya.
Masyarakat bersama aparat telah mendirikan dapur umum dan menyalurkan air bersih untuk membantu kebutuhan dasar. Di Kabupaten Serdang Bedagai, banjir berdampak pada 427 Kepala Keluarga mulai berangsur surut pada Kamis sore hari (9/1).
Melihat tingginya intensitas bencana di awal tahun ini, lanjut Abdul Muhari, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
Antisipasi dini seperti membersihkan saluran air, memeriksa kondisi tanggul, dan menyusun rencana evakuasi bersama keluarga untuk mengurangi risiko bencana.
“Bagi masyarakat di wilayah terdampak, agar selalu mematuhi arahan petugas, menjaga kebersihan lingkungan pasca banjir, serta segera melaporkan kebutuhan mendesak kepada BPBD setempat,” tutupnya. (Joesvicar Iqbal)
Perkembangan Penanganan Bencana Dilakukan BNPB dan BPBD di 2025
