Mahasiswa akan dapat berpikir seperti berpikir kritis, logis, metakognitif, kreatif, reflektif, aplikatif, bijaksana, kompleks, mendalam, logis, nalar, dan berpikir secara menyeluruh sebagai ciri-ciri dari berpikir tingkat tinggi (HOTs).
Melalui HOTs mahasiswa mampu berpikir kritis, mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan memberikan solusi dilanjutkan dengan kemampuan menerapkannya. Ajakan berpikir tingkat tinggi (HOTs) dalam proses pembelajaran dari dosen, tidak hanya menyebabkan kualitas berpikir sebagai mahasiswa mengalami peningkatan, tetapi juga menyebabkan sikap belajar yang apatis dari mahasiswa berubah menjadi aktif seperti memberikan feedback atas pertanyaan atau masalah yang diajukan dosen dengan cara ”berlomba” dalam berargumen.
Suasana belajar yang demikian akan sangat dinikmati mahasiswa dan akan merasakan perubahan dalam berpikir, berpendapat, dan beraktualisasi.
Mendorong mahasiswa berpikir tingkat tinggi (HOTs) dapat menghilangkan kekhawatiran terhadap dampak dari penggunaan sistem jaringan dan teknologi yang berakibat pada menurunnya kualitas berpikir atau aspek kognitif. Kekhawatiran terhadap ”generasi alpha” sebagai generasi yang sangat ditentukan dan tergantung pada teknologi cerdas secara digital serta cenderung tidak mau berpikir dapat ditangani secara baik.