Hal ini sebagai kompensasi atas dana ratusan miliaran dollar AS yang telah dikelurakan negeri Paman Sam tersebut dalam mendukung pertahanan Ukraina melawan Rusia di masa pemerintahan Joe Biden.
Meski secara eskplisit, Ukraina tampak keberatan dengan inisiatif penyelesaian perang yang dilakukan AS karena AS tampak tidak akan mendukung tuntutan Ukraina agar wilayah teritori Ukraina dikembalikan kepada perbatasan sebelum pecahnya perang dengan Rusia tahun 2014 di mana pada waktu itu—Rusia berhasil mencaplok Crimea—kini Ukraina sepertinya tidak punya daya menolak bujuk Presiden Trump agar Zelensky-Putin bersatu sehingga perang benar-benar segera dapat diakhiri.
Konsekuensinya, Ukraina kemungkinan besar harus rela kehilangan wilayah teritorinya seperti Luhansk, Donetsk, Kherson, Kharkiv, Mykolaiv, Zaporizhzhia lepas ke tangan Rusia.
Berdasarkan data, semenjak operasi militer khusus diluncurkan Presiden Putin pada 24 Februari 2022 hingga kini Rusia telah menguasai 68.050 kilometer persegi wilayah Ukraina. Berdasarkan analisis CNN, selama tiga tahun perang berkecamuk, Ukraina telah kehilangan 11 persen wilayah kedaulatannya. Jika tidak, perang akan terus berkecamuk, kehancuran, kerusakan, dan korban jiwa akan terus berjatuhan. Ukraina tinggal memilih, perang berakhir atau sebaliknya? (tim)