Prabowo juga optimistis hubungan dagang Indonesia-Turki akan terus berkembang, meski hingga kini kedua negara belum memiliki perjanjian perdagangan bebas. Ia mendorong percepatan penyelesaian Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) guna meningkatkan investasi dan perdagangan bilateral.
“Saya berharap perdagangan kita lebih saling menguntungkan. Saat ini, bea masuk untuk barang-barang Indonesia masih cukup tinggi, tapi saya percaya hal ini bisa diselesaikan melalui kerja sama antara Menteri Perdagangan kedua negara,” kata Prabowo.
Turki merupakan mitra penting bagi Indonesia, terutama dalam bidang pertahanan dan perdagangan. Dengan kerja sama yang semakin erat, diharapkan kedua negara dapat saling mendukung dalam pengembangan teknologi strategis dan memperluas akses pasar bagi produk masing-masing.
Setelah pertemuan dan konferensi pers bersama antara Presiden Erdoğan dan Presiden Prabowo, kedua negara menggelar seremoni penandatanganan perjanjian. Kesepakatan tersebut mencakup kerja sama di berbagai sektor, termasuk pertahanan, perdagangan, energi, kesehatan, pendidikan, dan media. (tim/benarnews)
