Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Kelangkaan Elpiji 3 Kg, DPR Kritik Kebijakan Bahlil
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Politik > Kelangkaan Elpiji 3 Kg, DPR Kritik Kebijakan Bahlil
Politik

Kelangkaan Elpiji 3 Kg, DPR Kritik Kebijakan Bahlil

Farih
Farih Published 05 Feb 2025, 14:13
Share
3 Min Read
Wakil Ketua Komisi XII DPR Sugeng Suparwoto saat konferensi pers. Foto: Parlementaria
Wakil Ketua Komisi XII DPR Sugeng Suparwoto saat konferensi pers. Foto: Parlementaria
SHARE

IPOL.ID – Kelangkaan elpiji 3 kilogram (kg) yang melanda berbagai daerah di Indonesia telah memicu keresahan masyarakat luas dan mendapat sorotan tajam dari DPR.

Komisi XII DPR RI yang membidangi energi, bahkan secara terbuka mengkritik kebijakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang dianggap sebagai penyebab utama kekacauan ini.

Wakil Ketua Komisi XII DPR Sugeng Suparwoto menyebut kebijakan Menteri Bahlil yang secara sepihak per 1 Februari tiba-tiba mengeluarkan aturan pengecer dihapus dari mata rantai atau tata kelola distribusi elpiji 3 kg yang merupakan barang subsidi telah menyebabkan panic buying di tengah masyarakat lantas menyerbu pangkalan.

“Kebijakan yang diambil dengan sangat mendadak tidak melalui exercise lapangan, tidak melalui uji coba lapangan, tiba-tiba mata rantai dipotong di paling ujung yakni pengecer. Sedangkan kita tahu pangkalan itu adanya di mana ada di kecamatan-kecamatan. Pengecer itu adalah mata rantai terakhir dari distribusi dipotong sedemikian rupa cepat, tanpa melalui persiapan yang lain, maka terjadilah kekacauan, sehingga masyarakat yang membutuhkan elpiji 3 kilogram itu lantas menyerbu pangkalan,” papar Sugeng, dikutip Rabu (5/2).

“Dengan kemampuan pangkalan, dengan pekerja yang melayani mungkin pastinya tidak sempurna, sehingga terjadi panic buying, sehingga kesannya adalah elpiji 3 kg hilang di pangkalan. Sedangkan secara volume sebetulnya tetap. Tetapi sekali lagi, mekanisme yang dikeluarkan oleh Kementerian ESDM secara mendadak, itulah yang menyebabkan panic buying, sehingga terjadilah antri panjang. Karena tadi, mata rantai terakhir dipotong dengan mendadak,” imbuhnya.

Komisi XII DPR RI pun mengapresiasi tindakan cepat Presiden Prabowo Subianto yang turun tangan langsung mengoreksi kebijakan kontroversial tersebut.

Prabowo memerintahkan agar mata rantai pengecer elpiji 3 kg diaktifkan kembali dengan memformalkan fungsi pengecer menjadi sub pangkalan resmi.

Dengan harapan, agar lebih tepat sasaran dengan tetap memperhatikan rantai pasok dan distribusi tetap stabil untuk masyarakat.

Di mana nantinya, proses distribusi penjualan barang subsidi elpiji 3 kg harus ada identifikasi bahwa harus sampai by name by address yang dialamatkan hanya kepada berhak membeli elpiji 3 kg yakni hanya orang tidak mampu dan UMKM.

Seperti diketahui, nantinya sub pangkalan yang akan menjalankan fungsi wajib didata resmi melalui aplikasi MAP (Merchant Apps Pangkalan) oleh Pertamina.

“Jadi, kita terimakasih telah dipulihkan lagi oleh pemerintah, dalam hal ini Pak Prabowo sehingga sesuatu yang haru biru utamanya dalam 3 hari terakhir ini, Insya Allah mudah-mudahan kembali normal. Sekali lagi, kritik kita kepada Kementerian ESDM selaku regulator dan selaku pemangku kebijakan agar hati-hati menyangkut hajat hidup orang banyak harus melalui sosialisasi yang tuntas agar tidak terjadi hal-hal yang terjadi kemarin tentang elpiji 3 kg,” pungkasnya. (far)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: Bahlil Lahadalia, dpr, elpiji 3 kg
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi. Foto: Komisi IV DPR Akan Panggil KKP Terkait Pagar Laut Tangerang
Next Article Kecelakaan di Gerbang Tol Ciawi 2 Selasa (4/2/2025) malam. Foto: Tangkapan layar Daftar Nama Korban Kecelakaan Maut Tol Ciawi

TERPOPULER

TERPOPULER
IMG 20260602 WA0144
HeadlineJabodetabek

Tinggalkan Tas Isi iPhone 17 dan Samsung Z4 Replika, Pelaku Gasak Motor Vario Korban di Bukit Duri

NewsPertamina
Upaya Dongkrak Lifting Gas, Komisi XII DPR RI Desak Pertamina Hulu Energi Percepat Eksplorasi
02 Jun 2026, 08:10
Jabodetabek
Lokasi dan Jadwal Layanan SIM Keliling Kota Bekasi Hari Ini, Selasa 2 Juni 2026
02 Jun 2026, 07:25
Ekonomi
Bahlil Lelang Puluhan Wilayah Kerja Migas Potensial
02 Jun 2026, 07:50
Olahraga
Penjualan Tiket Timnas Indonesia versus Oman dan Mozambik Sudah Dimulai, Awas Kehabisan
02 Jun 2026, 09:30
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?