“Dengan elektron beam ini, produk hanya cukup dijalankan saja melalui konveyor, keluar lagi, produk sudah menjadi steril. Sehingga diharapkan dengan kecepatan ini, ekspor kita pun juga menjadi lebih cepat,” jelas Jahja, pada Jumat (28/2/2025).
Sejauh ini kratom yang dihasilkan rata-rata mencapai 60-70 kontainer/bulan. Kratom ini merupakan hasil perkebunan dari para petani di Kalimantan Barat. Budi menambahkan, hingga saat ini pihaknya telah memberikan Persetujuan Ekspor (PE) kepada 23 produsen kratom.(Vinolla)