IPOL.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak kunjung memulangkan buronan Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia. Diketahui, sesuai permintaan ekstradisi, batas waktu penahanan buronan korupsi e-KTP tersebut akan berakhir pada 3 Maret 2025.
Terkait hal tersebut, KPK telah menyerahkan sepenuhnya informasi lanjutan kepada Kementerian Hukum (Kemenkum).
“Kementerian Hukum dalam hal ini tentunya akan menjadi pihak yang akan menyampaikan secara detail kepada rekan-rekan,” kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto kepada wartawan di Gedung Merah Putih, Jumat (28/2/2025).
Sebelumnya, KPK telah menyerahkan dokumen yang dibutuhkan untuk pemulangan Tannos kepada Kemenkum. Setelah itu, koordinasi dengan Singapura dilanjutkan oleh pemerintah.
“Yang saya bisa sampaikan ke rekan-rekan adalah KPK dalam hal ini penyidik maupun penuntut umum bekerja sama dengan Kementerian Hukum, Kejaksaan, dan Polri. Dan info yang kami dapatkan bahwa sudah lengkap,” ucap Tessa.
Informasi lanjutan cuma diketahui oleh Kemenkum. Sebab, instansi itu yang melakukan pembicaraan langsung dengan pemerintah Singapura.
“Jadi update detailnya nanti kita akan serahkan kepada Kementerian Hukum,” ujar Tessa. (Yudha Krastawan)
Paulus Tannos Belum Dipulangkan, KPK: Informasi Lanjutan ada di Kemenkum
