“Teknologi berbasis AI ini akan membuka peluang besar untuk menganalisis data medis dengan lebih cepat dan akurat, memberikan dampak positif baik bagi pasien maupun tenaga medis,” ucap Menkes Budi di Gedung Kemenkes, Kuninga, Jaksel, Rabu (26/2/2025).
Melalui kerja sama ini, diharapkan implementasi program skrining TB berbasis kecerdasan buatan dapat mempercepat deteksi dini dan pengobatan. Infrastruktur layanan kesehatan yang telah ada, serta sistem pencitraan sinar-X, akan digunakan untuk menskrining sekitar 5 juta kasus terduga TB setiap tahunnya di Indonesia.
Dengan demikian, kerja sama antara Kemenkes dan Qure.ai tidak hanya berfokus pada peningkatan deteksi TB, tetapi juga pada optimalisasi pengobatan dan pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia. Diharapkan, teknologi AI ini dapat memberikan solusi jangka panjang dalam menangani masalah kesehatan yang terus berkembang di Indonesia.
Dalam lingkup kerja sama ini, ada beberapa langkah strategis yang akan diterapkan. Pertama, penerapan alat berbasis kecerdasan buatan untuk mendeteksi TB dan penyakit lain menggunakan pencitraan sinar-X dada.