Fadjar mengatakan pemeringkatan perusahaan didasarkan pada tiga aspek utama, yakni pertumbuhan pendapatan perusahaan, survei kepuasan karyawan, serta implementasi environmental, social and governance (ESG) di perusahaan.
Kinerja positif Pertamina, imbuh Fadjar, didorong oleh inovasi dan kerja keras seluruh perwira Pertamina di Indonesia yang berkorelasi dengan tingkat kepuasan karyawan terhadap capaian dan pengelolaan perusahaan.
“Perwira, atau karyawan Pertamina, adalah aset dan penggerak Pertamina, sehingga kami terus mengembangkan kompetensi dan kapabilitas Perwira untuk mencapai kinerja positif serta mendukung target swasembada energi nasional,” kata Fadjar.
Sebagai BUMN, lanjut Fadjar, Pertamina konsisten mengimplementasikan environmental, social and governance (ESG) di seluruh lini bisnis. “Implementasi ESG merupakan komitmen Pertamina mewujudkan visi sebagai perusahaan energi kelas dunia yang ramah lingkungan dan memiliki tata kelola yang baik,” kata Fadjar.
Pertamina meraih skor 93,00 terbukti kompetitif karena terdapat 10 perusahaan terbaik di Asia Pasifik yang memiliki skor di kisaran 93 yang berada di peringkat 22 hingga 31. Peringkat 22 ditempati perusahaan CSL asal Australia (skor 93,91), SBI Holding asal Jepang (93,83), BYD Company asal China (93,32) dan SK Group asal Korea Selatan (93,10). Sementara, posisi tertinggi ditempati oleh DBS Bank (Singapura) dengan skor 97,36.