Banjir bersamaan hujan intensitas tinggi seharian berdampak di Kecamatan Embaloh Hilir, Silat Hikir, Bika, Putussibau Utara, Putussiba Selatan, Pengkadan, Selimbau, Puring Kencana, Embaloh Hulu, Bunut Hilir, Kalis, dan Seberuang. Ketinggian muka air berkisar antara 50-120 sentimeter (cm).
Kondisi mutakhir banjir Kapuas Hulu diterima oleh BNPB per Rabu (26/3), genangan air di wilayah Kota Putussibau sudah surut. Wilayah lain masih tergenang banjir.
“Banjir itu membawa kerugian materil berupa terendamnya 2.881 unit rumah warga dan 91 unit fasilitas umum. Sebanyak 15.161 Kepala Keluarga (KK), 42.997 jiwa terdampak”.
Meski demikian, dilaporkan tidak ada pengungsian terpusat. Masyarakat melakukan evakuasi mandiri di rumah masing-masing membuat panggung untuk menyelamatkan diri dan harta benda. Mobilitas dan aktivitas warga menggunakan sampan atau perahu.
Berdasarkan catatan data bencana, banjir di Kabupaten Kapuas Hulu sudah terjadi sejak lama. Bupati Kapuas Hulu menyampaikan, kenaikan muka air Sungai Kapuas menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di wilayah ini. Banjir atau genangan selalu terjadi setiap tahun, namun untuk banjir dalam skala besar dan ketinggian yang signifikan terjadi dalam siklus lima tahunan.