Ia juga mengakui bahwa pemerintahannya tengah menghadapi situasi yang sangat menantang akibat bencana ini.
Bantuan kemanusiaan mulai berdatangan dari negara-negara tetangga Myanmar, termasuk India, Tiongkok, dan Thailand, yang mengirimkan berbagai kebutuhan pokok dan tim penyelamat.
Selain itu, Malaysia, Singapura, dan Rusia juga turut memberikan bantuan dan personel.
“Kerusakan telah meluas, dan kebutuhan kemanusiaan terus bertambah setiap jam,” kata Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah dalam sebuah pernyataan.
“Dengan meningkatnya suhu dan musim hujan yang akan segera tiba dalam beberapa minggu, ada kebutuhan mendesak untuk menstabilkan masyarakat yang terkena dampak sebelum krisis sekunder muncul,” lanjutnya.
Gempa bumi ini semakin memperparah penderitaan masyarakat Myanmar yang telah dilanda kekacauan akibat perang saudara sejak kudeta militer tahun 2021. Pemberontakan nasional muncul setelah penggulingan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi.
Infrastruktur vital di seluruh Myanmar, seperti jembatan, jalan raya, bandara, dan rel kereta api, mengalami kerusakan signifikan.