Fitria Nur Laily menjelaskan mengenai mekanisme dan pentingnya MFC dalam energi keberlanjutanLebih dari sekadar penelitian, Fitria berambisi menginisiasi pemanfaatan MFC bagi masyarakat di daerah 3T (Terluar, Tertinggal, dan Terdepan). Dengan memanfaatkan lumpur dan limbah organik yang tersedia di lingkungan setempat, teknologi ini dapat menjadi solusi listrik alternatif bagi wilayah yang sulit dijangkau infrastruktur listrik. “Bukan hanya menggunakan lumpur Sidoarjo, melainkan lumpur yang biasa juga dapat digunakan sebagai alternatif penyedia listrik,” tegasnya.
Calon wisudawan di Wisuda ke 131 ITS ini berharap inovasi MFC dapat dikembangkan lebih luas dan menjadi solusi nyata bagi masyarakat. Ia juga menekankan bahwa MFC bukan satu-satunya, melainkan salah satunya pilihan positif bagi kebersihan lingkungan dan sumber energi. “Tentunya saya berharap bahwa bukan hanya bermanfaat bagi masyarakat 3T, melainkan bisa bermanfaat bagi masyarakat yang lebih luas,” tutupnya. (ahmad)