Ajit pun berharap kepada pemerintah daerah setempat untuk dapat memberikan bantuan seperti makanan siap saji.
“Karena saat ini belum ada bantuan makanan. Khawatir warga pada mau buka puasa atau yang akan sahur tidak dapat memasak karena rumah masih kemasukan air,” ujar Ajit.
Senada diutarakan oleh Neneng Hasanah, 51, warga RT 13/7, Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati bahwa untuk bantuan makanan disini sudah ada. Namun demikian jika pemerintah ingin mengirimkan bantuan makanan cepat saji, warga akan senang menerimanya.
“Harapan kami sih ada bantuan lainnya seperti buat peralatan mandi, sabun dan sikat gigi belum ada,” ujar Neneng di lokasi banjir.
Menurut dia, banjir kali ini di 2025 seperti banjir di tahun 2007, namun saat ini saja banjir belum surut-surut.
“Termasuk banjir terbesar ini. Air surutnya lama ini sudah 2 hari tidak surut-surut, air kiriman dari Katulampa Bogor, Jawa Barat,” tukas Neneng. (Joesvicar Iqbal)
