“Keberadaan posko-posko operator seluler sangat membantu dalam memantau kualitas jaringan. Ini adalah bentuk komitmen mereka untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” kata Dave.
Kemkomdigi aktif melakukan pemantauan 24 jam dan terus berkoordinasi dengan para operator seluler. Hasilnya, tingkat ketersediaan layanan tetap tinggi meskipun terjadi peningkatan signifikan pada trafik data dan panggilan suara.
Dave menegaskan, keberhasilan ini adalah contoh nyata dari sinergi yang baik antara regulator, pelaku industri, dan pihak-pihak terkait lainnya.
“Ini adalah bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan swasta bisa memberikan hasil maksimal bagi masyarakat. Harapannya, kerja sama seperti ini terus diperkuat, terutama untuk memperluas akses jaringan di daerah yang masih terkendala sinyal,” pungkasnya.
Ia menambahkan, pemerataan jaringan akan menjadi kunci penting dalam mempercepat transformasi digital yang inklusif di Indonesia.
Sebelumnya dalam konferensi pers di kantor Kemkomdigi, Jakarta, Kamis (20/3/2025), Menkomdigi Meutya Hafid memastikan pemudik tetap terhubung dengan keluarga dengan menghadirkan paket murah hingga 50 persen serta jaminan jaringan stabil selama Lebaran dan Nyepi 2025.
