Lebih jauh, saat ditanyakan latar belakang pelaku tawuran, Teguh menjelaskan, ada banyak yang putus sekolah, pengangguran bahkan ada juga yang tingkat sarjana.
“Berbagai macam background mereka bahkan ada yang sarjana namun belum bekerja, harapan saya mereka bisa ikut pelatihan ini sampai tuntas,” jelas Teguh.
Dari 400 peserta yang mengikuti pelatihan pada angkatan II ini, ada 86 pelaku tawuran di wilayah Jakarta Timur. Mereka terdata mengikuti pelatihan kerja, namun sampai pada hari H ini saja hanya 22 orang saja yang mendaftar.
“Saya enggak tahu ya kenapa bisa tiba-tiba tidak jadi itu bisa ditanyakan kepada lurah setempat, saya berharap pada angkatan III di bulan Juni 2025 mendatang mereka bisa ikut daftar dan telah saya beri porsi untuk mereka,” kata Teguh.
Pemprov DKI Jakarta menargetkan PPKD Jakarta Timur dapat menyalurkan 1.400 orang untuk bisa bekerja, setelah mengikuti pelatihan di perusahaan yang berkolaborasi dengan PPKD.
“Alhamdulillah PPKD Jakarta Timur bisa melampui target Pemprov DKI Jakarta, mereka yang telah melakukan pelatihan disini bisa tersalurkan bekerja di sejumlah perusahaan di Jakarta,” pungkas Teguh. (Joesvicar Iqbal)
