“Wow! saya cukup salut dengan kemajuan dari BPJS Kesehatan, yang awalnya saya kira proses pelayanan harus membawa dokumen ini dan itu, ternyata sekarang sudah tidak relate lagi, saya hanya diminta menunjukan nomor induk kependudukan saja, setelah itu tinggal menunggu antrean saya dipanggil. Secara pribadi saya harus akui ini sangat-sangat bagus untuk peserta, terlihat kalau BPJS Kesehatan sudah benar-benar serius tentang kemudahan layanan,” pujinya atas pelayanan yang dirasakan.
Larut dalam perbincangan, Vina mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil konsultasi bersama dokter di puskesmas, penyebab sakit gigi yang dialaminya diakibatkan oleh keretakan gigi, sehingga ketika mengonsumsi makanan akan timbul rasa nyeri dan tidak nyaman apabila terdapat sisa-sisa makanan yang tersangkut pada area gigi yang mengalami keretakan. Dari diagnosa tersebut, dirinya mendapatkan pengobatan sesuai kebutuhan.
“Setelah menjalani pemeriksaan lengkap dari dokter, saya mendapatkan tindakan pembersihan sekaligus penambalan gigi yang retak, kemudian juga saya diresepkan obat-obatan untuk pereda nyeri sebelum pulang, serta disarankan melakukan kontrol dalam waktu dua minggu untuk mengevaluasi kondisi penambalan gigi. Selain itu, dokter menganjurkan agar membatasi konsumsi makanan yang terlalu keras, terlalu manis dan terlalu asam sebagai upaya pencegahan kerusakan gigi,” jelasnya.

