“Varietas ini akan direplikasikan di Kabupaten Cilacap, terutama untuk sawah seluas 2.569 hektare yang terdampak air asin dan tersebar di 12 kecamatan, dari total 24 kecamatan di Kabupaten Cilacap, dengan karakter tipe tanah dan kondisi yang sama.
“Harapannya, produksi padi meningkat dan kesejahteraan petani pun ikut terangkat,” kata Sujito.
Program ini disambut antusias oleh para petani, termasuk Darman (60), pemilik lahan yang digunakan dalam uji coba.
Ia mengaku optimistis dengan masa depan pertanian di desanya.
Baca Juga: SIG Dukung Mudik Bersama BUMN 2025, Fasilitasi 2.160 Pemudik ke Berbagai Daerah dan Sediakan Posko Mudik di Lokasi-lokasi Strategis
“Kami sering menghadapi kendala lahan asin dan kekeringan yang diakibatkan oleh salinitas tinggi.
“Dengan adanya padi ini, kami optimistis hasil panen akan lebih baik.
“Terima kasih SBI dan SIG yang telah peduli dan bersedia membantu kami,” ujar Darman.
Keberhasilan panen perdana ini membuka peluang besar untuk perluasan program ke wilayah pesisir lainnya, sekaligus menjadi langkah konkret dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional berbasis inovasi dan kolaborasi. (tim)
