“Dahulu Bung Karno berbicara di hadapan dunia menyatakan mendukung Palestina. Sekarang Pak Prabowo meneruskan, melanjutkan berbicara di forum dunia untuk mendukung Palestina,” tukasnya.
Terkait polemik pernyataan Prabowo mengidolakan Mustafa Kemal Ataturk saat berpidato di Parlemen Turki, Fauka menambahkan, hal itu bukan berarti Prabowo mendukung sekularisme.
Menurutnya, pernyataan Prabowo perlu dipahami dalam konteks bahwa Mustafa Kemal Ataturk merupakan sosok yang berhasil memerdekakan Turki, sehingga perjuangannya patut dicontoh.
Pernyataan tersebut perlu dipahami bahwa Prabowo bukan hendak memisahkan agama dalam urusan negara, tetapi murni kekaguman terhadap Ataturk yang dapat membela tanah air.
“Jadi bukan berarti Pak Prabowo mau membawa Indonesia menjadi negara sekuler, tidak. Pak Prabowo mengagumi Atatürk karena mampu mengusir penjajah, sama seperti Bung Karno,” pungkas Fauka. (Joesvicar Iqbal)
