Berdasarkan hal tersebut, Zelensky mengusulkan perpanjangan jeda serangan udara, terutama serangan menggunakan drone dan rudal jarak jauh terhadap infrastruktur sipil. Ia menyarankan agar setidaknya ada periode 30 hari tanpa serangan semacam itu, sebagai bentuk langkah kemanusiaan di tengah konflik yang berkepanjangan.
“Saya mengusulkan untuk menghentikan segala bentuk serangan menggunakan drone dan rudal jarak jauh terhadap infrastruktur sipil, minimal selama 30 hari,” ujar Zelensky.
Usulan ini belum mendapatkan tanggapan dari pihak Rusia. Namun, pengamat menilai bahwa seruan tersebut bisa menjadi sinyal bahwa Ukraina membuka peluang untuk deeskalasi, setidaknya di ranah serangan udara terhadap warga sipil.
Konflik Rusia-Ukraina telah memasuki tahun ketiga sejak invasi besar-besaran dimulai pada Februari 2022. Meski sudah banyak upaya diplomatik dilakukan oleh komunitas internasional, termasuk proposal gencatan senjata, kenyataan di lapangan masih diwarnai kekerasan yang terus berlanjut. (bam)
