IPOL.ID – Iran dan Amerika Serikat (AS) menyepakai gencatan senjata selama dua pekan. Namun demikian Iran menyebut Amerika Serikat (AS) telah melanggar sejumlah poin tuntutan Teheran di hari pertama kesepakatan.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf mengungkapkan setidaknya tiga butir dalam proposal 10 poin telah dikhianati oleh pihak AS.
Ia mengatakan pelanggaran itu terjadi bahkan sebelum proses perundingan resmi dimulai.
“Ketidakpercayaan historis yang mendalam yang kami miliki terhadap Amerika Serikat berakar pada pelanggaran berulang terhadap berbagai bentuk komitmen-sebuah pola yang, sayangnya, kembali terulang,” tulis Ghalibaf di unggahan X-nya, Rabu (8/4).
Ia juga menyoroti bahwa fondasi awal untuk membuka dialog justru sudah runtuh sejak awal, sehingga membuat peluang negosiasi lanjutan maupun implementasi gencatan senjata menjadi tidak realistis.
“Kini, ‘dasar yang dapat dijadikan pijakan untuk bernegosiasi’ justru telah dilanggar secara terbuka dan jelas, bahkan sebelum perundingan dimulai. Dalam situasi seperti ini, gencatan senjata bilateral maupun negosiasi menjadi tidak masuk akal,” tambahnya.
