“Program 3 juta rumah ini adalah langkah nyata kami untuk mengatasi kemiskinan ekstrem dan ketimpangan sosial di masyarakat. Kami percaya bahwa rumah yang layak adalah fondasi bagi pembangunan manusia,”ujar Fahri Hamzah dalam forum tersebut.
Ditambahkannya, sebagian besar rumah baru akan berbentuk hunian vertikal, terutama di kawasan urban, guna mengatasi keterbatasan lahan.
Pemerintah berkomitmen memberikan insentif berupa subsidi lahan, bahkan hingga nol rupiah, untuk mendorong investasi swasta dalam pembangunan rumah susun.
“Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap hunian vertikal dan menjadikannya solusi jangka panjang bagi kota-kota di Indonesia,” jelas Fahri Hamzah.
Selain itu, anggaran hampir USD 3 juta dari APBN disiapkan untuk renovasi rumah tidak layak huni, yang diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hidup tetapi juga memungkinkan masyarakat menggunakan rumah mereka sebagai aset produktif, termasuk sebagai jaminan untuk pembiayaan usaha kecil dan menengah.
Dalam pertemuan bilateral sebelumnya dengan Presiden IsDB Group, Muhammad Sulaiman Al Jasser, Fahri juga membahas peluang kerja sama strategis lebih lanjut.
