Pihak IsDB menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mendukung melalui pembiayaan syariah, bantuan teknis, serta pertukaran pengetahuan.
Paparan Fahri mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk perwakilan negara anggota dan lembaga mitra, yang menilai pendekatan Indonesia sebagai model pembangunan permukiman yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebagai lembaga keuangan pembangunan multilateral berbasis syariah yang berdiri sejak 1975, IsDB beranggotakan 57 negara dan memiliki mandat untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan sosial melalui pembiayaan proyek serta investasi yang sesuai dengan prinsip keuangan Islam.
Pertemuan ini diharapkan menjadi tonggak awal bagi kerja sama konkret antara Indonesia dan IsDB dalam mendukung target pembangunan nasional, khususnya di sektor perumahan dan permukiman. (ahmad)
