“Kami akan membayar kepercayaan itu setiap hari selama tiga tahun ke depan.”
Albanese juga menyampaikan optimisme bahwa negaranya sedang memasuki era peluang besar, dan menyerukan persatuan nasional.
“Kita punya semua yang dibutuhkan untuk menjadikan momen ini milik kita. Tapi kita harus melangkah bersama,” ujarnya.
Sementara itu, kubu oposisi dari Koalisi Liberal-Nasional mengalami kemunduran tajam. Salah satu kejutan terbesar datang dari Brisbane, di mana pemimpin oposisi Peter Dutton kehilangan kursinya di daerah pemilihan Dickson, yang telah ia pegang sejak 2001.
Ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah pemilu Australia seorang pemimpin oposisi gagal mempertahankan kursinya.
“Kami tidak tampil cukup baik dalam kampanye ini. Saya menerima sepenuhnya tanggung jawab,” kata Dutton dalam pidato konsesi di Brisbane, seraya mengonfirmasi telah menelepon Albanese untuk mengakui kekalahan.
Menurut penghitungan resmi sementara dari Komisi Pemilihan Australia, Partai Buruh unggul dalam sistem dua partai dengan persentase 56,4 persen dibandingkan Koalisi yang meraih 43,6 persen.
