“Kami hadir bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga untuk memulihkan kondisi psikologis masyarakat, khususnya anak-anak. Mereka membutuhkan rasa aman, perhatian, dan harapan,” tegas Kepala Sentra Dharma Guna Bengkulu, Syam Wuryani.
Selain intervensi psikososial, Sentra Dharma Guna Bengkulu juga telah menyalurkan bantuan logistik tanggap darurat senilai Rp167,6 juta. Bantuan mencakup tenda gulung dan tenda keluarga portabel, ksur, selimut, dan peralatan dapur, family kit dan kidsware, makanan siap saji dan makanan anak, juga popok bayi.
Kemensos berkomitmen hadir di setiap fase penanganan bencana, dari tanggap darurat hingga penguatan kapasitas masyarakat, agar lebih siap menghadapi bencana di masa depan. (*)
