MeccaBot AI dikembangkan dengan mendengar langsung pengalaman jamaah, sehingga menjadikannya lebih intuitif dan responsif. Lelaki yang biasa disapa Holil menegaskan bahwa MeccaBot bertujuan mengubah keresahan jamaah menjadi ketenangan dalam menjalani setiap tahapan ibadah. “Ibadah harusnya tenang, bukan penuh drama,” ucapnya.
Aplikasi ini dilengkapi dengan beberapa fitur unggulan yang menggunakan teknologi AI, antara lain berupa panduan umrah dan haji (dalam bentuk teks, audio, dan video), layanan untuk tanya jawab seputar ibadah, navigasi lokasi hotel dan tempat ziarah, Alquran digital, doa-doa instan, hingga layanan belanja oleh-oleh secara cerdas. “Seluruh layanan ini disediakan secara gratis tanpa iklan dan dalam berbagai bahasa yang disesuaikan dengan pengguna, agar jamaah dapat fokus penuh pada ibadahnya,” tutur Erika Cahyaningtyas, salah satu anggota tim perancang MeccaBot AI.
Mahasiswa angkatan 2023 ini juga menyampaikan bahwa MeccaBot AI adalah bentuk nyata penyatuan teknologi dan nilai-nilai spiritual. “Teknologi harus memberi manfaat nyata dan tidak terlepas dari nilai kemanusiaan. MeccaBot merupakan wujud nyata misi tersebut,” tegasnya.
