Terdapat pula bukti rekaman suara perbincangan antara I dan korban V yang sengaja korban rekam sebagai bukti, sebab bukan kali pertama oknum guru tersebut menggiring korban dalam pembicaraan yang mengandung pelecehan seksual.
Korban V dan orang tuanya mengaku telah melaporkan kejadian ini kepada pihak sekolah. Namun, pihak sekolah justru mengintimidasi korban dan meminta agar kasus ini ditutupi dengan alasan citra baik sekolah.
“Korban V bersama orang tuanya melaporkan kejadian tersebut karena memiliki bukti rekaman kepada guru dan kepala sekolah, tetapi yang didapati adalah bentuk penyudutan seakan korban tidak mungkin mengalami hal itu,” jelas pemilik akun tersebut.(Vinolla)
