Pemerintah kedua negara sejauh ini belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai keretakan hubungan tersebut.
Namun, Netanyahu baru-baru ini mengunggah video di media sosial yang menegaskan bahwa dirinya akan “bertindak sendiri demi membela Israel”.
Di saat yang sama, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dikabarkan membatalkan kunjungannya ke Tel Aviv.
AS ambil sikap terhadap Israel?
Untuk memahami dinamika ini, sejumlah konteks mendasar perlu diperhatikan. Pertama, seluruh jajaran pemerintahan Trump secara historis dikenal sangat pro-Israel dan banyak didukung oleh lobi Israel.
Mike Waltz, misalnya, diketahui telah lama mendapat dukungan dari kelompok-kelompok pro-Israel.
Dalam rekaman audio dari konferensi AIPAC yang dibocorkan oleh The Grayzone, Waltz disebut telah “dipersiapkan” oleh lobi Israel untuk posisi penting di pemerintahan.
Terlepas dari pemecatannya sebagai penasihat keamanan nasional, Waltz tidak sepenuhnya disingkirkan dari lingkaran kekuasaan.
Ia justru dipilih untuk menduduki posisi sebagai duta besar AS untuk PBB, menggantikan Elise Stefanik, anggota Kongres yang dikenal vokal mendukung Israel dan menggagas pembatasan terhadap gerakan pro-Palestina di kampus-kampus AS.
