Hadis ini menegaskan bahwa amal shalih di sepuluh hari pertama Zulhijah memiliki nilai yang begitu tinggi di sisi Allah, bahkan melebihi jihad, kecuali jihad dengan pengorbanan total.
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW juga bersabda:
«مَا مِنْ أَيَّامٍ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ أَنْ يَتَعَبَّدَ لَهُ فِيهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ، يُعْدَلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصَوْمِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ»
“Dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda: Tidak ada hari-hari yang lebih disukai Allah untuk beribadah kepada-Nya daripada sepuluh hari (permulaan) bulan Zulhijah. Berpuasa setiap hari sebanding dengan puasa satu tahun, dan shalat pada malam harinya sama dengan shalat pada Lailatul Qadar.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Al-Baihaqi).
Keutamaan ini menunjukkan bahwa sepuluh hari pertama Zulhijah sejatinya memiliki nilai ibadah yang setara dengan kemuliaan sepuluh hari terakhir Ramadan. Puasa satu hari di waktu ini bernilai seperti puasa setahun, dan qiyamul lail di malam harinya setara dengan ibadah di malam Lailatul Qadar.
