Acara yang juga digelar melalui video conference ini menciptakan momen pertemuan emosional antara Kasad dan para penerima bantuan dari seluruh penjuru tanah air. Dalam dialog yang mengalir penuh empati, Kasad menyampaikan bahwa pengorbanan para prajurit tidak akan pernah dilupakan.
“Mudah-mudahan ibu-ibu bisa kuat, anak-anak bisa dididik dengan baik, dan selalu ingat bahwa pengorbanan suami ibu-ibu tidaklah sia-sia,” ujar Kasad.
Sementara kepada para prajurit yang kini menyandang disabilitas akibat pengabdian di medan tugas, Jenderal Maruli memastikan bahwa TNI AD akan terus hadir memberi perhatian dan dukungan nyata terhadap masa depan mereka.
“Bagi prajurit yang gugur, baik yang sudah maupun belum mengambil kredit rumah, secara otomatis akan mendapatkan rumah non-dinas. Begitu juga bagi prajurit dengan kategori cacat C Tingkat II. Dana TWP juga akan dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan anak-anak prajurit,” tegasnya.
Kasad juga mengungkapkan bahwa selama 1,5 tahun menjabat, pihaknya telah melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem Tabungan Wajib Perumahan (TWP), dan proses ini akan terus dilanjutkan demi menjawab kebutuhan nyata prajurit di lapangan. Ia menambahkan bahwa tahun ini TNI AD telah memiliki 17 sekolah, dan akan kembali membangun satu sekolah lagi sebagai bagian dari komitmen mendukung pendidikan anak-anak keluarga prajurit.
