Peringatan HANI 2025 dilaksanakan secara nasional dan serentak di berbagai daerah, dengan puncak acara terpusat di Sasono Utomo, TMII. Acara ini dihadiri oleh pimpinan lembaga negara, perwakilan kementerian/lembaga, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelajar, serta mitra internasional.
Kepala BNN, Komjen Marthinus Hukom mengungkapkan bahwa saat ini banyak keluarga yang tengah dihadapkan pada kecemasan mendalam atas masa depan anggota keluarganya, khususnya anak-anak. Secara perlahan namun pasti mengalami penuruan fungsi fisik dan mental akibat penyalahgunaan narkoba.
Berdasarkan data global, jumlah penyalahguna narkoba di dunia diperkirakan mencapai 296 juta jiwa. Pada tingkat nasional, prevalensi penyalahgunaan narkoba mencapai 3,3 juta jiwa.
Angka-angka tersebut mencerminkan bahwa permasalahan narkoba masih menjadi tantangan serius, baik secara global maupun nasional, dan memerlukan penanganan secara komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Karena itu, kepala BNN menyatakan bahwa peringatan HANI 2025 juga menjadi momen penting untuk berkontemplasi dan mengevaluasi berbagai kebijakan serta tindakan yang diambil oleh aparat negara, khususnya aparat penegak hukum, dalam menangani penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

