Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah sosialisasi manfaat Program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan yang disampaikan oleh Branch Manager BTN Niken Parahita. Program MLT ini memberikan fasilitas pembiayaan rumah dengan skema ringan bagi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hingga Rp500 juta dengan tenor maksimal 30 tahun, Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) hingga Rp150 juta, dan Pinjaman Renovasi Perumahan (PRP) maksimal Rp200 juta.
”Program MLT ini kami hadirkan sebagai bentuk dukungan nyata agar para pekerja memiliki akses kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau,” kata Ramdani. Selain itu, peserta kegiatan juga diajak untuk mengunduh dan mengaktifkan aplikasi Jamsostek Mobile (JMO), yang dirancang untuk mempermudah akses informasi dan layanan seperti cek saldo JHT, pengajuan klaim, pendaftaran program SERTAKAN, serta fitur-fitur pelayanan digital lainnya.
”Kami ingin memastikan seluruh peserta memahami pentingnya aktivasi JMO. Aplikasi ini bukan hanya alat digital, tetapi juga jembatan untuk menjangkau seluruh layanan kami secara efisien,” tutur Ramdani. Tak kalah penting, BPJS Ketenagakerjaan juga terus mengampanyekan gerakan SERTAKAN yang mendorong peserta aktif agar turut melindungi pekerja informal di sekitar mereka. Pekerja seperti asisten rumah tangga, sopir pribadi, atau pedagang kecil dapat didaftarkan secara sukarela oleh peserta aktif lainnya sebagai bentuk kepedulian sosial.
”Lewat gerakan SERTAKAN, kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak hanya peduli terhadap diri sendiri, tetapi juga berbagi perlindungan kepada sesama pekerja yang belum tersentuh jaminan sosial,” pungkas Ramdani. (msb/dani)
