IPOL.ID – Serangan AS terhadap fasilitas nuklir Fordo Iran merusak parah, tetapi tidak menghancurkan kompleks bawah tanah tersebut. Fakta itu disampaikan seorang pejabat senior Amerika mengatakan kepada New York Times, mengutip Anadolu, Senin (23/6/2025).
Pejabat tersebut, yang berbicara secara anonim, mengakui bahwa serangan pembom siluman B-2 menggunakan bom penghancur bunker gagal menghancurkan fasilitas yang “diperkuat dengan kuat” tersebut meskipun menyebabkan kerusakan yang signifikan.
AS mengerahkan enam bom penghancur bunker terhadap Fordo menggunakan pembom B-2, sementara rudal jelajah yang diluncurkan dari kapal selam menargetkan fasilitas Natanz dan Isfahan, di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa pasukan Amerika melakukan serangan yang “sangat berhasil” terhadap situs nuklir Iran.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth menggambarkan operasi tersebut sebagai “keberhasilan yang luar biasa dan luar biasa,” dengan mengklaim AS telah “menghancurkan program nuklir Iran.”

