Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Angkatan Udara Dan Caine mengataka, lebih dari 125 pesawat Amerika berpartisipasi dalam misi tersebut, termasuk pesawat pengebom siluman, jet tempur, tanker pengisian bahan bakar, kapal selam rudal berpemandu, dan pesawat pengintai.
Permusuhan pecah pada tanggal 13 Juni ketika Israel melancarkan serangan udara di beberapa lokasi di seluruh Iran, termasuk fasilitas militer dan nuklir, yang mendorong Teheran untuk melancarkan serangan balasan.
Otoritas Israel mengatakan sedikitnya 25 orang telah tewas dan ratusan lainnya terluka sejak saat itu dalam serangan rudal Iran.
Sementara itu, di Iran, 430 orang telah tewas dan lebih dari 3.500 orang terluka dalam serangan Israel, menurut Kementerian Kesehatan Iran. (ahmad)

