Untuk membantu memulihkan kondisinya, saat ini Gregoria tengah menjalani treatment seperti akupuntur dan melakukan pemeriksaan ke rumah sakit satu minggu sekali. Di sana, dokter dan pelatih berkoordinasi untuk memberikan latihan yang tepat untuk kesembuhannya.
“Sejauh ini, semua berjalan baik, kambuh-kambuhnya masih ada cuma sudah ringan sekali. Karena kalau sebelumnya, aku kalau kambuh bisa lima enam jam itu cuma berbaring dan muntah-muntah terus,” cerita Jorji.
Untuk menghentikan muntah-muntah dan vertigonya, Jorji harus diberi obat mual melalui infus.
Namun, setelah menjalani akupuntur dan fisioterapi, kondisi perlahan mulai membaik dan tidak separah beberapa waktu lalu.
Ketika ditanya sudah berapa persen tingkat kesembuhannya, Gregoria menjelaskan bahwa jika vertigo nya sedang tidak menyerangnya seperti saat acara ini berlangsung, fisiknya sehat 100%. Tapi saat vertigo datang, fisiknya bisa langsung drop tidak berdaya.
Di akhir sesi, Gregoria Mariska Tunjung menyampaikan harapannya, jika dalam sebulan ini kondisinya bisa pulih, dirinya ingin bisa bermain di Japan Open.
