D saat ini mengaku mentalnya sedikit tenang setelah mengadu ke petugas damkar. Apalagi, layanan yang diberikan petugas damkar juga sesuai dengan kebutuhannya.
“Kalau tidak laporan damkar mau ngadu siapa, mau ngadu ke polisi tanggapannya belum ada, Alhamdulillah dapat bantuan juga dari damkar untuk proses selanjutnya, mau minta tolong ke rumah sakit untuk pengobatan,” tutur D.
Menanggapi kejadian tersebut, anggota Tim Rescue Damkar Kota Bekasi, Eko Budi, menuturkan, D sebelumnya mengadu ke damkar melalui call center 112 pada Selasa pagi pukul 06.30 WIB. Dalam aduannya, D mengaku hendak bunuh diri.
Mendengar aduan itu, enam petugas langsung bergegas menuju kediaman pengadu dengan menggunakan satu unit mobil damkar.
“Kami dapat pengaduan dari warga inisial D melalui 112 perihal KDRT, D berbahasa ingin bunuh diri, langsung kami kroscek datang dan minta alamatnya,” jelas Eko, pada Rabu (25/6/2025).
Namun sampai di lokasi, Eko beserta rekannya langsung memberikan layanan pendampingan untuk menguatkan mental D. Eko juga membenarkan bahwa D merupakan korban KDRT. Ini terlihat dari luka memar di sejumlah bagian tubuh korban. Usai pemberian layanan dari damkar, rasa percaya diri korban perlahan mulai membaik.
