Genangan terjadi dikarenakan aliran tidak mengalir secara langsung melalui penghubung (Phb) Tanah Koja.
“Untuk dialirkan ke Kali Cipinang melalui Jalan Bekasi Timur Raya di beberapa lokasi terdapat punggungan terutama di depan Masjid Jami Al Makmur, Klender dan pertigaan dengan Jalan Tubagus Badaruddin, hingga air tak bisa mengalir secara gravitasi, bila tak dibuatkan saluran cukup dalam,” kata Sauqi.
Seiring pembangunan saluran tersebut, Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur akan merekayasa lalu lintas terutama mulai pada 26 Juni mendatang.
Rekayasa lalu lintas akan dilakukan di Jalan Bekas Timur Raya, mulai dari samping fly over Klender sampai dengan Kali Cipinang secara bertahap. Rekayasa ini dilakukan secara bertahap sesuai tahapan pembagunan saluran dengan u-ditch dan saluran sistem jacking.
Tahap pertama akan dilakukan pembuatan saluran dengan u-ditch bervariasi ukuran dari 40 sentimeter (cm) hingga 120 cm serta pit. Untuk sistem jacking, pembangunan di Jalan Bekasi Timur Raya dimulai pada 10 Juli mendatang.
