Selain itu masalah regenerasi pada PBSI dinilai masih belum cukup, terutama dari sektor tunggal putra dan tunggal putri. Bahkan bisa dibilang, negara seperti India dan Chinese Taipei mulai menunjukkan regenerasi yang cukup baik dan dinilai memiliki performa yang cukup menjanjikan untuk beberapa turnamen, terutama di tahun ini.
Ajang seperti Sirnas atau Sirkuit Nasional sebenarnya ada awal yang baik untuk cari bibit unggul dan potensial, bahkan pada saat mereka masuk dan tampil pada BWF World Junior Championship, performanya bisa dibilang cukup baik dan ciamik. Namun sayangnya pada saat masuk kejenjang senior dan tampil di berbagai turnamen BWF, penampilan mereka justru menurun dan tidak konsisten, hal inilah yang membuat bulutangkis Indonesia semakin tertinggal dari segi regenerasi juga prestasi.
Kemudian masalah psikologi pemain dan mental bertanding pemain, juga masalah pengembangan sport science untuk pemain yang dinilai masih belum memadai. Hal ini yang harusnya segera diperbaiki oleh PBSI, agar bulutangkis Indonesia semakin membaik dan bisa kembali berprestasi kedepannya.

