Kini, dengan hanya dua kemenangan di kandang sendiri, Qatar dan Arab Saudi bisa mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026. Sementara itu, tim-tim lain seperti Indonesia, Irak, Oman, dan UEA harus bertarung di medan yang bukan milik mereka, tanpa dukungan penuh suporter dan dalam atmosfer yang jelas menguntungkan tuan rumah.
Lebih jauh, baik Qatar maupun Arab Saudi juga tercatat sebagai sponsor resmi Piala Dunia 2026 melalui perusahaan milik negara mereka—Qatar Airways dan Aramco—yang menjadi mitra utama FIFA. Maka tak berlebihan jika muncul pertanyaan: apakah AFC secara tidak langsung membuka jalan bagi dua negara Teluk ini untuk “diloloskan” ke Piala Dunia? Hal itu harus dijawab secara terbuka oleh AFC.
Federasi-federasi seperti Irak, Oman, dan UEA bahkan sempat melayangkan protes dan meminta laga digelar di tempat netral, namun diabaikan. Indonesia sendiri, meski sempat mengajukan diri sebagai tuan rumah, kalah dalam proses seleksi yang disebut-sebut berdasarkan peringkat FIFA—padahal transparansi proses itu pun dipertanyakan.

