Dia mengungkapkan, dari seluruh hewan kurban ini berasal dari para pedagang Pasar Induk Kramat Jati, mitra kerja dan pegawai Pasar Induk.
Untuk dagingnya dibagikan kepada sebanyak 5.070 penerima atau yang berhak. Mereka terdiri dari pedagang, kuli panggul, hingga masyarakat sekitar pasar.
Dalam kesempatan sama, Ketua Panitia Kurban Masjid Al Munawaroh, Muhammad Khaidir, 49, yang juga salah satu pedagang menjelaskan, untuk penyembelihan hewan kurban ini pihaknya menyiapkan 30 tukang jagal. Mereka dibantu 100 personel untuk melakukan pencacahan, penimbangan, packing hingga distribusi ke para penerimanya.
“Limbahnya kami tampung di dalam sebuah tanah galian untuk dimusnahkan. Sehingga tidak ada yang dibuang ke saluran air atau kali, jadi bersih, dan rapi,” ungkap Khaidir didampingi Rukaini, 57, tokoh pedagang Pasar Induk Kramat Jati.
Menurut dia, dari tahun ke tahun jumlah hewan kurban selalu mengalami peningkatan. Misalnya pada tahun 2016, jumlahnya ada 16 ekor sapi, di 2021 jumlahnya ada 21 ekor sapi, tahun 2022 ada 22 ekor sapi dan seterusnya. Namun pada tahun 2025 ini dari target 25 ekor sapi tercapai 27 ekor sapi.

