IPOL.ID – – Hubungan ekonomi Indonesia-China semakin erat. Presiden Prabowo Subianto meresmikan (secara virtual) pembangunan proyek ekosistem baterai listrik terintegrasi senilai US$ 5,9 miliar (Rp 95,43 triliun) yang digarap Antam, IBC, dan konsorsium China CATL, Brunp, serta Lygend (CBL).
Proyek ini terdiri dari 6 subproyek, lima di Halmahera Timur (tambang nikel, dua smelter, bahan katoda NCM, daur ulang baterai) dan satu di Karawang (pabrik baterai lithium-ion).
Kapasitas produksi baterai: 15 GWh (cukup untuk 250-300 ribu kendaraan listrik).
Tahap pertama (6,9 GWh) rampung 2026.
Hemat impor BBM ~300 ribu KL/tahun.
Serap tenaga kerja: 8 ribu langsung, 35 ribu tak langsung.
Potensi nilai tambah: 8 kali, setara US$ 48 miliar (Rp 776 triliun).
Prabowo menegaskan kerja sama ini strategis di tengah dunia penuh konflik, sekaligus memperlihatkan komitmen Indonesia pada hilirisasi.
“Tak ada kemakmuran tanpa perdamaian. Kita pilih kerja sama, kolaborasi, persahabatan,” ujar Prabowo.
Hal ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan peletakan batu pertama pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik di Kawasan Artha Industrial Hills, Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/6/25).(*)
