Ketegangan ini dipicu oleh serangan mendadak Israel ke beberapa fasilitas militer dan nuklir Iran pada Jumat pekan lalu. Serangan tersebut dikabarkan menewaskan sejumlah jenderal tinggi dan ilmuwan nuklir.
Iran membalas dengan menyerang kilang minyak utama Israel di Haifa, yang dapat memicu krisis bahan bakar dan mengganggu operasional jet tempur Israel.
Sebaliknya, Israel mengklaim telah menghantam dua kilang minyak Iran serta menyerang pesawat pengisian bahan bakar di Mashhad — aksi militer terjauh yang pernah mereka lakukan.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan bahwa respons negaranya akan lebih keras jika Israel terus menyerang.
Jika tindakan permusuhan Israel berlanjut, responsnya akan lebih tegas dan keras,” katanya.
Ia juga mengkritik keras Amerika Serikat karena dianggap membiarkan Israel bergerak tanpa batas.
Namun, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa negaranya tidak terlibat langsung dalam serangan Israel, dan mengajak Iran untuk menghindari kerusakan lebih lanjut dengan kembali ke meja perundingan nuklir. (far)
