Merespon masih banyaknya kejadian bencana hidrometeorologi basah yang didominasi oleh banjir, longsor dan angin kencang di sejumlah wilayah tanah air, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk melakukan langkah-langkah mitigasi, antara lain, membersihkan saluran drainase, mempersiapkan area penampungan air, memangkas dahan pohon untuk mengurangi potensi pohon roboh saat cuaca ekstrem serta menetapkan rencana kedaruratan dan evakuasi.
“Masyarakat juga diimbau senantiasa siap siaga akan potensi bencana kekeringan mengingat Indonesia telah memasuki musim kemarau. Pengelolaan sumber daya air yang bijaksana, konservasi air, menanam pohon, hingga membuat embung untuk menampung air hujan dapat dilakukan untuk memitigasi risiko terutama wilayah rentan bencana kekeringan,” tutup Abdul Muhari. (Joesvicar Iqbal)

