Dalam pengembangannya, tim merancang sistem pemrograman agar mobil dapat melaju secara otomatis tanpa menabrak mobil lain yang juga berada di jalur lintasan. Algoritma yang diterapkan telah melalui proses penyempurnaan hingga mencapai performa optimal pada simulator. “Strategi kami adalah menghindari pergerakan yang tidak efisien, serta memanfaatkan setiap detik secara cermat,” tambah mahasiswa Departemen Teknik Elektro ITS tersebut.
Tidak hanya meraih juara pertama di APC, tahun ini Tim Sapuangin ITS juga sukses mengukir prestasi di berbagai kategori lain dalam SEM kali ini. Tim ini juga berhasil membawa pulang juara pertama Urban Concept Commercial Engine, juara pertama Vehicle Design (kategori off-track), juara dua kategori Data and Telemetry, serta menjadi juara ketiga dalam Regional Championship. “Capaian ini menunjukkan konsistensi dan kualitas Tim Sapuangin ITS di berbagai lini,” tuturnya bangga.
Menanggapi pencapaian tersebut, salah satu anggota Divisi Electrical and Programming Tim Sapuangin ITS Bagus Subekti menyampaikan bahwa kunci kemenangan tim terletak pada sikap pantang menyerah seluruh anggota. Kami tidak menyerah meski sumber daya terbatas dan jadwal bertabrakan dengan kompetisi lain. “Semangat untuk membawa nama ITS ke pentas dunia menjadi pemacu kami,” tegas mahasiswa tahun kedua Departemen Sistem Informasi ITS ini.
Tim Sapuangin ITS meraih posisi pertama dari hasil penilaian dalam Autonomous Programming Competition di ajang Shell-eco Marathon (SEM) 2025
