Dukungan penuh dari ITS juga menjadi faktor penting kesuksesan tim. Salah satunya mendapatkan bantuan berupa pagu anggaran dan sumber daya yang memungkinkan tim untuk menjalankan riset serta pengembangan sistem secara maksimal. Ke depan, tim ITS ini berencana untuk terus mengikuti kompetisi serupa dan menyempurnakan rancangannya agar lebih optimal.
Sebagai penutup, kedua anggota tim tersebut memberikan pesan inspiratif kepada rekan-rekan mahasiswa ITS lainnya. Menurut keduanya, ada banyak cara untuk bisa unggul di level internasional, jadi tidak boleh takut bersaing dan berkarya di mana pun. “Yang penting adalah semangat, kolaborasi, dan tekad untuk selalu memberi yang terbaik,” tegas Bagus memotivasi.
Melansir laman ITS, Keikutsertaan ITS dalam kompetisi ini, tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan teknologi dan rekayasa. Tetapi juga selaras dengan misi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau serta poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Dengan merancang dan mengembangkan sistem kendaraan hemat energi berbasis pemrograman otonom, ITS turut berkontribusi pada solusi mobilitas masa depan yang lebih ramah lingkungan dan efisiensi energi. (ahmad)
