Lebih lanjut Menteri Dody menyebutkan, DI Pondok yang memiliki luas layanan 3.450 hektare ini sangat strategis dalam mendukung program prioritas nasional swasembada pangan yang merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Dengan rehabilitasi ini, Indeks Pertanaman (IP) yang semula 190% (dua kali panen per tahun) diharapkan naik menjadi 300% (tiga kali panen per tahun).
“Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo secara serius melakukan perbaikan infrastruktur irigasi di DI Pondok untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan air, sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah ini,” tegas Menteri Dody.

Sementara itu, Kepala BBWS Bengawan Solo Maryadi Utama menjelaskan pihaknya menargetkan penyelesaian rehabilitasi infrastruktur secara bertahap agar manfaatnya segera dirasakan oleh para petani di Kecamatan Padas dan Bringin yang sangat bergantung pada irigasi DI Pondok.
“Optimalisasi layanan irigasi ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah hulu Bengawan Solo dan membantu para petani meningkatkan hasil pertanian,” ujar Maryadi. (Muhamad Solihin)
