Pada kesempatan ketiga, kami menemukan tulisan nama kapal dalam kondisi terbalik,” kata Endra kepada wartawan, Minggu (13/7/2025).
Endra menambahkan, tim berhasil merekam gambar dengan cukup detail. Petugas lalu membandingkan rekaman visual itu dengan foto bagian bawah KMP Tunu Pratama Jaya saat menjalani doking atau perawatan. Dan hasilnya ternyata serupa. “Kami bisa memastikan itu memang KMP Tunu Pratama Jaya,” imbuhnya.
Temuan bangkai kapal tersebut menjadi bukti penting bagi operasi pencarian yang sudah berlangsung 12 hari. Sayangnya, meski bangkai kapal berhasil ditemukan, masih ada 17 korban yang belum diketahui nasibnya. Keluarga pun terus menunggu dengan penuh harap. Atas pertimbangan itu, Basarnas memutuskan memperpanjang operasi SAR hingga Senin.
Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Ribut Eko Suyanto mengatakan, keputusan memperpanjang operasi SAR diambil atas dasar kemanusiaan. Tim SAR gabungan masih menaruh harapan menemukan korban.
“Operasi SAR kita perpanjang tiga hari ke depan. Nanti dievaluasi lagi. Ini murni pertimbangan kemanusiaan,” ujar Eko di Banyuwangi, Minggu (13/7/2025).

