Upaya pencarian tak main-main. Tim mengerahkan KRI Tongkol, KP Grantin, KN SAR Permadi, KN SAR Arjuna 229 hingga RIB (Rigid Inflatable Boat). Kapal-kapal itu disebar sektor pencarian masing-masing menuju arah selatan dari lokasi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.
Eko juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur SAR yang terlibat dalam operasi SAR baik itu di darat dan laut.
Sementara itu, Kepala Distrik Navigasi Pelabuhan Tanjung Perak Hartanto mengatakan, pemerintah tengah mengkaji kemungkinan untuk mengangkat bangkai KMP Tunu. Tim ahli dan teknis akan diterjunkan untuk memasang tanda dan rambu pada posisi bangkai kapal. Tujuannya agar tidak mengganggu aktivitas pelayaran di Selat Bali. Setelah penandaan, tim akan mempelajari cara paling efektif untuk melakukan proses pengangkatan.
Hartanto menegaskan, pengangkatan bangkai kapal membutuhkan koordinasi, prosedur, dan penerapan SOP yang ketat agar semuanya berjalan lancar.
Ini memerlukan langkah-langkah prosedural dan koordinasi sesuai SOP. Karena itu kami akan menerjunkan tim ahli dan teknis,” kata Hartanto.

