Sempat tertinggal 3-5 namun Nathan
mampu merespon permainan lawannya dengan adu groundstroke sehingga mampu menyamakan posisi, bahkan sempat memimpin 6-5, membawa harapan bagi penonton di lapangan tenis Nusa agar petenis berusia 22 tahun ini dapat memaksa lawannya bermain rubber set.
Namun kematangan mental dan ketenangan dari petenis Inggris yang berusia 22 tahun sekaligus rekan sepermainan Nathan Barki, kembali fokus dan berhasil menyeimbangkan skor menjadi 6-6, sehingga laga pun harus di tuntaskan dengan tiebreak.
Pada momen ini terlihat bagaimana kesiapan mental Max Basing dalam menghadapi pertandingan yang ketat, mengantarkan petenis Inggris yang sempat bertengger di peringkat 578 dunia ini, sukses menyudahi perlawanan Nathan Barki dengan skor 7-6 tiebreak 7, untuk tampil sebagai juara tunggal putra.
*Merasa bangga dan senang dapat tampil sebagai juara di seri pertama ini, merupakan hasil sempurna dari seluruh rangkaian dari proses latihan dan persiapan yang ia jalani. Datang lebih awal dan berlatih bersama Nathan Barki sebelum dimulainya turnamen, membuat Max Baxing sukses menjadi yang terbaik*
