“Bisa digaungkan kepada masyarakat luas Quartz dan Amathyst ini memukau, tak kalah indahnya dengan permata dan batu akik lainnya,” tukasnya.
Dia juga mengharapkan, ke depannya harus ditingkatkan lagi edukasi di sosial media dan secara offline agar membuka mata masyarakat luas bahwa ini industri perbatuan yang patut dikembangkan. Lalu bisa diarahkan menjadi motor penggerak di wilayah DKI Jakarta juga seluruh Indonesia.
“Diberdayakan dan untuk meregenerasi. Edukasinya oh Quartz-Amethyst ini nyatanya bagus jadi perhiasan ya, memiliki karakteristik batu yang berbeda dengan Emerald, Ruby dan Safir,” imbuh Agustono.
Dalam kesempatan sama, Ketua AKAMI, Chaerullah menuturkan, dalam berjalannya AKAMI menyentuh usia 2 tahun ini secara internal tengah dijalani bersama teman-teman anggota sebagai keluarga besar. Saling mendukung dalam bentuk apa pun, baik diinternal, saat membuat event, kerja bareng, hingga mengadakan aksi sosial.
Sejak awal perencanaan, pematangan Santar Operasional Prosedur (SOP) AKAMI dibuat, pematangan organisasi, membuat sistem, merangkul serta menjaga member hingga menjelang 1-2 tahun belakangan ini.

