Dijelaskan Agustono bahwa karena biasanya konsentrasi di masyarakat luas memandang batu yang spektakuler itu ada pada permata Emerald (Zamrud), Safir dan juga Ruby.
“Secara umum dan luas masyarakat memakai ketiga batu permata itu,” katanya.
Lebih lanjut, Agustono menegaskan, sehingga adanya AKAMI melakukan edukasi, memberikan penyuluhan dan pencerahan bahkan menggelar sejumlah kontes khusus Quartz salah satu variannya yakniAmethyst bisa dikembangkan.
“Ini membuka mata semua orang”.
Menurut Agustono, event kontes Amethyst dan batu lainnya telah digelar di Lampung, menimbulkan berbagai komentar positif. Membuat senang dan berdampak baik pada para pedagang dan khususnya pecinta Amethyst.
“Jadi merambat kemana-mana, jadi bahan gosip di kalangan pecinta batu dan di sisi lain bisa dikerjakan membangkitkan perekonomian di industri perbatuan ini,” ujarnya.
Ke depan, Agustono berharap, AKAMI dapat melakukan langkah lebih luas di luar dan sosial media, serta merangkul para Gen Z. Supaya lebih melebarkan pengaruhnya yang meminati Quartz dan Amethyst, memuat opini yang konvensional hingga memperhatikan industri batu yang memiliki prospek bagus ini.
